Kamis, 15 April 2010

Dajjal Al - Masih dan 'Isa Al - Masih

Informasi tentang

Dajjal Al-Masih dan ‘Isa Al-MAsih


Dajal ini dinyatakan sebagai orang yang bermata satu. Dan kelahiran seperti ini pernah terjadi seperti diterbitkan oleh Consultant of Islamic Medicine King Fahad Medical Research Center King Abdul Aziz University Jedah dalam buku Human Development As Revealed in the Holy Quran and Hadith, yang beredar di Canada. Jadi secara embriologie, kelahiran mata satu itu bisa terjadi.

Dari Abdullah bin Umar ra, katanya: “Pada suatu hari Rasulullah saw menceritakan tentang Dajjal Al-Masih. Sabda beliau “Sesungguhnya Allah Tabaroka wa Ta’ala tidak picek. Yang picek itu ialah Dajjal Al-Masih, matanya yang sebelah kanan picek seperti anggur kering”. Sabda beliau selanjutnya “Tadi malam aku bermimpi dalam tidurku, seolah-olah aku berada dekat Ka’bah. Tiba-tiba aku melihat seorang laki-laki berkulit putih kemerah-merahan, lebih cantik dari orang-orang cantik yang pernah aku lihat. Rambutnya terurai mencapai kedua bahunya, licin bagaikan meneteskan air layaknya. Dia letakkan dua tangannya di atas bahu dua orang laki-laki yang mengiringinya, padahal dia sedang melakukan thawaf di ka’bah. Lalu aku bertanya “Siapa ini ?” Jawab mereka “Al-Masih Ibnu Maryam”. Kemudian aku lihat pula di belakangnya seorang laki-laki berambut keriting. Matanya yang sebelah kanan picek seperti Ibnu Qathan yang pernah anda lihat. Dua orang laki-laki meletakkan tangan di kedua bahunya dan dia sedang thawaf. Aku bertanya “Siapa itu?” Jawab mereka “Al-Masih Dajjal.” (Shahih Muslim)

Fenomena Dajjal memang sebanding dengan Fenomena Nabi ‘Isa. Keduanya melihatkan orang-orang yang mempunyai kemampuan luar biasa. Mungkin di sana tersimpan makna “Al-Masih” itu. Keduanya menjadi penghalang untuk manusia berfikir monoton terhadap ayat Tuhan di bumi. Karena Allah berbuat apa yang Dia inginkan. Orang kafir, orang berfaham naturalis, tentu tidak percaya ada fenomena ini.

Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw, bersabda: “Ada tiga perkara, apabila ketiganya terwujud, maka iman seseorang tidak berguna lagi, apabila dia belum iman sebelumnya atau tidak berbuat kebaikan dengan iman itu. Yaitu: (1) Apabila matahari terbit dari barat. (2) Dajjal keluar. (3).Dabbah berkeliaran di muka bumi. (Shahih Muslim)

Dari Hudzaifah ra, katanya Rasulullah saw bersabda: “Aku lebih tahu tentang Dajjal daripada Dajjal itu sendiri. Ia mempunyai dua sungai yang mengalir. Yang satu kelihatan oleh mata mengalirkan air putih bersih, sedang yang satu lagi kelihatan bagaikan api bergejolak yang sedang mengalir. Siapa yang menemukannya hendaklah didatanginya sungai yang kelihatan seperti api yang bernyala, lalu picingkan mata, tundukkan kepala dan minumlah airnya. Maka sesungguhnya itulah air sejuk. Dajjal matanya tertutup oleh selapis daging tebal. Antara kedua matanya terdapat tulisan “kafir” yang dapat dibaca oleh setiap mu’min, baik yang tahu tulis baca atau tidak”. (Shahih Muslim)

Dari Nawas bin Sam’an ra, katanya: “Pada suatu pagi Rasulullah saw berbicara mengenai Dajjal. Tempo-tempo beliau merendahkan suaranya dan kadang-kadang meninggikannya, sehingga kami merasa seolah-olah berada dalam kelompok lebah. Pada petang hari, kami mendatangi beliau. Beliau sudah tahu persoalan kami. Tanya beliau “Apa kabar kalian”. Jawab kami “Ya Rasulullah, Tadi pagi anda berbicara mengenai Dajjal. Kadang-kadang anda merendahkan suara dan kadang-kadang meninggikannya, sehingga kami merasa seolah-olah berada dalam kelompok lebah”. Jawab Rasulullah saw, “Bukankan Dajjal yang mengkhawatirkan ku terhadap kamu sekalian. Jika dia muncul, dan aku masih berada di antara kamu, tentu aku akan membelamu terhadapnya. Dan jika dia muncul, sedangkan aku sudah tidak ada di sampingmu, maka ummat manusia akn menjadi pembela atas dirinya sendiri. Dan Allah Ta’ala penggantiku menjadi pembela atas tiap orang muslim. Dajjal pemuda berambut keriting, matanya picek. Aku lebih condong mengatakannya serupa dengan Abdul Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kamu bertemu dengannya, bacakan kepadanya permulaan surat Kahfi. Ia akan muncul di suatu tempat sunyi antara Syam dan Iraq. Lalu ia merusak ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba Allah, karena itu teguhkan pendirian kamu”. Tanya kami: “Ya Rasulullah berapa lama ia tinggal di bumi?”. Jawab Rasulullah saw “Empat puluh hari. Satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti sepekan, dan selebihnya seperti hari-hari kamu sekarang.”. Tanya kami: “Ya Rasulullah, ketika sehari seperti setahun, cukupkah kalau kami shalat seperti shalat kami sekarang ?” Jawab beliau “Tidak tetapi hitunglah bagaimana pantasnya”. Tanya kami “Berapa kecepatannya di bumi?”. Jawab beliau “Seperti hujan ditiup angin. Ia mendatangi suatu kaum, maka diajaknya kaum itu supaya iman kepadanya, lalu mereka iman dan mematuhi segala perintahnya. Diperintahkannya langit supaya hujan, maka turunlah hujan. Diperintahkannya bumi supaya subur, maka tumbuhlah tumbuh-tumbuhan. Bila hari telah petang, ternak mereka pulang ke kandang dalam keadaan lebih gemuk dan dengan susu lebih besar karena cukup makan. Kemudian ia datangi kaum yang lain dan diajaknya mereka supaya iman kepadanya. Tetapi mereka menolaknya. Maka ia berlalu dari mereka. Besok pagi negeri mereka menjadi kering kerontang, dan kekayaan mereka habis musnah. (Shahih Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar